antroposentrisme
anthropocentrism
Ringkasan Singkat
Asumsi bahwa pengalaman manusia adalah pusat realitas dan standar utama dalam mengevaluasi semua fenomena.
Antroposentrisme adalah keyakinan atau asumsi, baik eksplisit maupun implisit, bahwa manusia adalah entitas pusat atau paling signifikan di alam semesta. Hal ini mencakup pandangan bahwa semua fenomena alam dan spesies lain dapat dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan kepentingan atau nilai-nilai manusia.
Dalam psikologi sosial dan lingkungan, antroposentrisme sering dikritik karena dapat membatasi pemahaman kita tentang ekologi dan perilaku hewan, karena kita cenderung memproyeksikan standar manusia ke organisme lain.
Seseorang atau pandangan yang bersifat antroposentris akan melihat alam semesta terutama sebagai sumber daya untuk dimanfaatkan manusia, bukan sebagai sistem yang memiliki nilai intrinsik tersendiri.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- APA Dictionary of Psychology
- Campbell, J. B. (2012). Environmental Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.